Selmat Datang di Official Blogspot

Pengurus Daerah Purna Paskiraka Indonesia Kabupaten Garut.

Seleksi Capaska 2015

Seleksi Calon Anggota Pengibar Duplikat Bendera Pusaka Tingkat Kabupaten Garut.

PASKIBRAKA

As long as you good, you will be the next Paskibraka, see you next year.

Foto Bersama

Bersama Bupati, Wakil Bupati Kabupaten Garut (H. Rudy Gunawan, SH., MH., MP dan dr. H. Helmi Budiman.

Selasa, 22 Desember 2015

PENDAFTARAN SUPERCAMP HINGGA 24 DESEMBER 2015!


Hallo para praktisi Paskibra se-Kabupaten Garut. Ada kabar baik!

Pendaftaran Peserta SUPERCAMP 2015 diperpanjang hingga Kamis, 24 Desember 2015. Ayo bagi yang ingin mengisi masa liburan sekolahnya dengan kegiatan yang menarik dan positif, kami tunggu di SUPERCAMP 2015. Buat masa liburan mu menjadi lebih berkesan.

Peserta dapat berupa tipe kelompok (8 orang kontingen Putera atau 8 orang kontingen Puteri) ataupun merupakan peserta tipe perseorangan (individu).

Biaya Pendaftaran per-kontingen: Rp. 300.000,00-.
Biaya Pendaftaran per-individu: Rp. 50.000,00-.

Biaya pendaftaran sudah termasuk Outbond, Sertifikat (perorang), Merchandise (perorang), Transportasi, Pembekalan kemiliteran, dll.


Pelaksanaan:
Sabtu, Minggu, Senin 26 - 28 Desember 2015
Lapang Tembak YONIF 303/SSM Cibuluh, Cikajang - Garut

Narahubung:
082214346019 (Lutfi Alpriansyah)
BBM: 24e4d4ed (Widik Nurdianto)
Line: widiknurdianto30

Pendaftaran bisa dilakukan pula di sekretariat PPI di Jl. Kabupaten, no.22, Lt. 2 Gd. PWRI Garut.



PERLENGKAPAN PESERTA SUPERCAMP 2015


Hallo para praktisi Paskibra, tidak terasa SUPERCAMP 2015 sebentar lagi akan diselenggarakan. Agar kawan-kawan mempersiapkan segala macam perlengkapan dengan baik, berikut daftar peralatan yang harus disiapkan.

Pelengkapan per-orang

-          Perlengkapan pribadi

-          Celana PSAS @2

-          Gesper

-          Topi dan handuk Goodmorning

-          Baju putih polos @3

-          Baju olahraga dan training @2

-          Sembako (minyak ¼ liter, beras ¼ kg,tepung terigu ¼ kg, gula pasir ¼ kg, mie instan 3)

-          Jaket

-          Baju PSAS

-          Sepatu

-          Sendal capit putra ( biru ) putri ( merah )

-          Alat sholat + al quran

-          Alat makan

-          Buku Merah Putih & Coklat dan alat tulis

-          Alat mandi

-          Lampu senter

-          Jas hujan

-          Lilin

Perlengkapan per-grup

-          Tenda 1                                                          

-          Tongkat 3

-          Tali tambang dan tali rapia

-          Alat-alat masak

-          Bumbu masak

-          Terpal

-          Bambu runcing

-          Kembang api

-          Pancug @12

-          Kayu/papan @

-          Perlengkapan kelompok

-          Bensin/ minyak tanah secukupnya

-          Kayu bakar


Biaya Pendaftaran Rp.300.000,00 :

-          Outbond

-          Sertifikat (perorang)

-          Merchandise (perorang)

-          Transportasi

-          Pembekalan kemiliteran

      -   Dll

Jumat, 18 Desember 2015

SUPERCAMP 2015

 

 
 
Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Garut (PPI) bersama Paskibra Garut (PAGAR)
proudly present:

SUPERCAMP 2015

1. Persyaratan:
    * Terbuka bagi siswa SMP/se-derajat dan SMA/se-derajat
    * Setiap sekolah mengirimkan 8 orang (kontingen Putra) dan 8 orang (kontingen Putri)
    * Mengisi Formulir dan membayar biaya pendaftaran Rp.300.000/kontingen atau Rp.50.000/orang
    * Membawa perlengkapan yang diwajibkan oleh panitia

2. Kegiatan
    a. Contemporary Social Study Class
        - Membangun Karakter Remaja Melalui Pendidikan Paskibra
          (Keynote Speaker: PPI Garut)
        - Membangun Karakter Remaja yang Terampil
          (Keynote Speaker: Pramuka)
        - Remaja dan Globalisasi, Tantangan atau Keuntungan?
          (Keynote Speaker: POLRES Garut)
        - Peran Remaja Mendukung Indonesia Bebas Narkoba dan
          HIV/AIDS (Keynote Speaker: BNN Garut)
        - Remaja Cepat Tanggap: Peran Remaja dalam Penanganan
          Bencana (Keynote Speaker: BPBD Garut)
        - Urgensi Semangat Nasionalisme bagi Remaja Indonesia
          (Keynote Speaker: YONIF 303/SSM)
      b. Outbond
         - Turun Rappelling
         - Halang Rintang
         - Flying Fox
         - Lintas Alam
         - Bongkar-Pasang Senjata
         - Games
      c. Gathering Night

3. Jadwal:
    a. Technical Meeting
        Minggu, 20 Desember 2015
        Aula TP-PKK Garut Jl. Kabupaten, Hal. Pendopo
    b. Pelaksanaan
        Sabtu, Minggu, Senin 26 - 28 Desember 2015
        Lapang Tembak YONIF 303/SSM Cibuluh, Cikajang - Garut

4. Narahubung:
    082214346019 (Lutfi Alpriansyah)
    BBM: 24e4d4ed (Widik Nurdianto)
    Line: widiknurdianto30

Rabu, 16 Desember 2015

MENGAPA HARUS SUPERCAMP?


Pisau yang tajam di kedua sisinya dan dapat dipergunakan dengan kualitas yang sama baiknya.
 
Tajamnya pisau di satu sisi, adalah untuk mempersiapkan anggota Paskibra melaksanakan tugas pengibaran Bendera. Sementara sisi tajam lainnya untuk membentuk karakter anggota Paskibra.

Pembinaan Paskibra adalah hal yang paling utama bagi pembentukan karakter yang berjiwa merah putih. Lewat Paskibra dibentuk karakter yang siap mengabdi dan berbakti bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
 
Melalui kegiatan SUPERCAMP 2015 tersebut, diharapkan dapat mendukung implementasi dari falsafah Pisau Bermata Dua. Artinya anggota Paskibra tidak hanya mahir Baris-Berbaris saja, namun karakternya pun terbina dengan baik sehingga memiliki sikap-sikap yang unggul seperti disiplin, sehat secara jasmani dan rohani, cinta tanah air, berani, kepeloporan, hingga tanggap sosial.
 
 
 
 
"Generasi Emas yang Unggul, Tangguh dan Berdaya Guna" Ayo ditunggu...segera daftarkan perwakilan sekolah kalian!
Pendaftaran peserta dibuka sampai Minggu, 20 Desember 2015.
Info Pendaftaran:
082214346019 (Lutfi Alpriansyah)
bbm: 24e4d4ed (Widik Nurdianto)
line: widiknurdianto30
Sekretariat: Jl. Kabupaten, no.22, lt.2 Gd. PWRI Garut.

Selasa, 15 Desember 2015

SUDAHKAN PASKIBRA SEKOLAH ANDA MEMILIKI CETAKAN KEDUA?



Dengan mendapatkan buku cetakan kedua Anda telah:
1. berpartisipasi mendukung perbaikan Paskibra;
2. berbagi untuk sesama.

Karena uang yang Anda keluarkan sebesar 10%-nya akan didonasikan bagi orang-orang yang lebih membutuhkan.

Harga Buku: Rp. 45.000,00-
Pemesanan: M. Iqbal Musalim (08986355448)
atau bisa langsung ke sekretariat PPI di Jalan Kabupaten, no.22, lt.2 Gd. PWRI Kabupaten Garut.

JOIN WITH US TO SUPERCAMP 2015!



SALAM PASKIBRA
Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Garut bersama Pengurus Kabupaten Paskibra Garut (PAGAR) mengadakan acara SUPERCAMP 2015.

Hari Sabtu, Minggu dan Senin tanggal 26-28 Desember 2015.
Lapang Tembak YONIF 303/SSM Cibuluh, Cikajang - Garut.

 "Generasi Emas yang Unggul, Tangguh dan Berdaya Guna"
Ayo ditunggu...segera daftarkan perwakilan sekolah kalian!

Info Pendaftaran:
082214346019 (Lutfi Alpriansyah)
bbm: 24e4d4ed (Widik Nurdianto)
line: widiknurdianto30

Senin, 14 Desember 2015

JOIN SUPERCAMP 2015!






SALAM PASKIBRA

Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Garut mengadakan acara SUPERCAMP 2015 yang akan diadakan di Lapang Tembak YONIF 303 Cibuluh.

Pada tanggal 26-28 Desember 2015.

"Generasi Emas yang Unggul, Tangguh dan Berdaya Guna"

Ayo ditunggu partisipasi kalian untuk mengikuti kegiatan ini!

Rabu, 02 Desember 2015

SEGERA DAPATKAN CETAKAN KEDUA!



Dengan mendapatkan buku cetakan kedua Anda telah:
1. berpartisipasi mendukung perbaikan Paskibra;
2. berbagi untuk sesama.

Karena uang yang Anda keluarkan sebesar 10%-nya akan didonasikan bagi orang-orang yang lebih membutuhkan.

Harga Buku: Rp. 45.000,00-
Pemesanan: M. Iqbal Musalim (08986355448)

Kamis, 12 November 2015

KENAPA BUKU PEDOMAN PENYELENGGARAAN ORGANISASI PASKIBRA SEKOLAH DAN PAGAR DICETAK KEMBALI?




Kenapa Buku Pedoman Kembali Dicetak?

Pertama, masih adanya Paskibra Satuan Sekolah
Menengah yang belum mendapatkan buku pedoman;

kedua, kondisi buku yang dimiliki kebanyakan Paskibra
Sekolah mengalami rusak ringan, berat hingga hilang;

ketiga, buku cetakan lama diakui masih terdapat
kekurangan dari segi tata cara penulisan;

keempat, desain buku cetakan lama sangat sederhana,
ukurannya yang besar menjadikannya kurang efektif.



Kenapa Pelatih Paskibra Perlu Buku?

Pertama, karena mengembangkan materi sendiri sangat
sulit dan berat bagi pelatih;

kedua, mencerminkan pelatihan dan pembinaan
ditangani dengan tidak serius jika tanpa buku;

ketiga, buku menyediakan teks pengajaran dan tugas
pembelajaran yang siap pakai;

keempat, buku merupakan media paling mudah untuk
menyediakan bahan pembelajaran.



Kenapa Paskibra Perlu Buku Pedoman?

Pertama, mengarahkan Paskibra Sekolah untuk memiliki
dan menjalankan dasar organisasinya (AD/ART - PO);

kedua, mengarahkan kegiatan organisasi Paskibra
Sekolah agar menginduk ke Paskibra Garut (PAGAR);

ketiga,memberikan pemahaman lebih dan penyamaan
persepsi antar anggota Paskibra tentang kepaskibraan;

keempat, mendukung terwujudnya pembangunan
karakter generasi muda yang merata di seluruh daerah.

Rabu, 28 Oktober 2015

MENGENAL PEMUDA INDONESIA DAN POTENSINYA MELALUI PERSPEKTIF PSIKOLOGI PERKEMBANGAN


Oleh: Ferdy Yudha Pratama

Sraf Bidang Bela Negara - Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Garut


"Dalam kehidupan saat ini, masyarakat (khususnya pemuda) dihadapkan dengan beberapa keuntungan sekaligus juga tantangan. Kemajuan teknologi, modernisasi dan globalisasi menjadi tantangan serius yang harus dihadapi oleh pemuda. 

Banyak orang yang mengatakan bahwa pemuda adalah pewaris tongkat estafet pembangunan dan perjuangan bangsa. Banyak juga yang mengatakan bahwa masa depan bangsa ada di tangan para pemudanya. Ungkapan-ungkapan tersebut menjadi bukti bahwa sesungguhnya pemuda memiliki potensi yang luar biasa.

Namun tak heran jika beberapa diantara pemuda tidak berhasil menghadapi tantangan zaman yang sebenarnya bisa dihadapi dengan memaksimalkan potensi yang dimilikinya. Hal tersebut dikarenakan banyak yang kurang mengetahui dan menyadari tentang apa dan siapa pemuda itu serta potensi-potensi apa saja yang dimiliki oleh pemuda. Sehingga mereka mengalami kebingungan tentang siapa sebenarnya saya dan ke mana saya harus melangkah.

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji beberapa hal tentang pemuda. Diantaranya tentang siapa yang dimaksud dengan pemuda, bagaimana kedudukannya dalam masyarakat, dan apa saja potensi yang dimiliki oleh pemuda melalui pendekatan Psikologi Perkembangan."

Selengkapnya unduh artikel dalam bentuk pdf:
http://adf.ly/1QfnWL

Selasa, 27 Oktober 2015

Pengadaan Buku Panduan Penyelenggaraan Organisasi Paskibra Sekolah dan Paskibra Garut



Coming Soon on November 2015!

Peluncuran Buku Pedoman Penyelenggaraan Organisasi Paskibra Sekolah dan Paskibra Garut (PAGAR)


Kabar baik bagi para praktisi Paskibra di Kabupaten Garut. Buku panduan penyelenggaraan organisasi Paskibra Sekolah dan Paskibra Garut (Pagar) akan diterbitkan lagi dalam cetakan ke-2.

Buku panduan pernah dicetak pada tahun 2011. Empat tahun berlalu, kondisi fisik buku di kebanyakan sekolah mengalami kerusakan karena dimakan usia. Ukuran buku yang terlalu besar menjadikan penggunaannya kurang efektif dan tidak dinamis. Selain itu isi buku pun dinilai masih banyak kekurangan, baik dari sisi penyajian teks maupun konten yang termuat.

Oleh karena itu penerbitan ulang buku tersebut dinilai sangat diperlukan, mengingat minimnya jumlah buku panduan bagi para praktisi Paskibra khususnya di Kabupaten Garut.

Mohon doa restu dan dukungannya, kini masih dalam proses peninjauan ulang konten oleh tim peninjau dari Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Garut dan Pasibra Garut. Semoga dapat terbit pada waktu yang ditentukan.

Presented by: Bidang Bela Negara PPI Kabupaten Garut dan Paskibra Garut

Rabu, 21 Januari 2015

PERLENGKAPAN YANG HARUS DIBAWA PADA SAAT PENDIDIKAN DASAR (DIKSAR) CAPASKA KABUPATEN GARUT 2015

Perlengkapan yang Harus dibawa oleh Capska 2015 Kabupaten Garut Pada Diksar (Pendidikan Dasar).




1. Topi PSAS (Topi Sekolah)
2. Handuk Good Morning
3. Memakai PDL Putih Polos
    - Putri yang tidak memakai jilbab memakai kaos putih lengan pendek
    - Putri yang memakai jilbab memakai kaos putih lengan panjang dan memakai kerudung baby doll
4. Memakai celana PSAS bagi putra dan putri yang memakai jilbab.
5. Memakai Rok PSAS bagi putri yang tidak berkerudung
6. Memakai sepatu Wariors hitam putih (Tanpa Motif)
7. Memakai kaos kaki putih
8. Memakai pita merah putih ukuran 3 cm ditempelkan menggunakan peniti ditempelkan dilengan           baju sebelah kiri (bagian pita warna merah menghadap kedepan)
9. Memakai Gesper sekolah
10. Membawa nasi 3T (Tahu, Tempe, &Telur) dimasukan kedalam rantang stainless polos serta                 membawa sendok dan garpu.
11. Membawa roti tawar isi selai/susu kental coklat (dibungkus menggunakan  kertas tisu)
12. Membawa air mineral 600 ml 2botol (tanpa label)
13. Membawa ari minum freshtea (tanpa label)
14. Membawa perlengkapan menulis
      - 1 Buku Bersampul merah putih
      - 1 Buku bersampul Coklat
      - Pensil dan Ballpoint
15. Membawa Alat Sholat
16. Membawa Sandal Jepit (putra warna biru dan putri warna merah)
17. Membawa obat pribadi


Catatan : 
- Dilarang memakai aksesoris berupa jam, cincin, kalung dan sebagainya saat pendidikan dan               pelatihan
- Dilarang membawa alat komunikasi. (Apabila terjadi kehilangan panitia tidak bertanggung jawab)
- Dilarang membawa alat kecantikan berlebih kecuali pembersih wajah dan lipgloss
- Semua perlengkapan dimasukan kedalam ransel TNI berwarna hijau. serta membawa pasir 
  (Putra 5Kg, Putri 3Kg)



Panitia Pelatihan dan Pendidikan CAPASKA Kabupaten Garut tahun 2015

Minggu, 11 Januari 2015

Sekretariat Pengurus Daerah PPI Kabupaten Garut

Pengurus Daerah 
PURNA PASKIBRAKA INDONESIA KABUPATEN GARUT

Jl. Kabupaten no. 22 Garut
Lt .2 Gd.PWRI Kab Garut
Kode Pos : 44151


Email : purna.kakarut@gmail.com
Twitter : @PPI_kabGarut
Instagram : Ppikabupatengarut


Sabtu, 10 Januari 2015

Konsolidasi, Sosialisasi dan Training of Trainer (KSTOT)

Salam Paskibraka...!

Konsolidasi, Sosialisasi dan Training of Trainer (KSTOT) 25 Januari-15 Februari 2015.

“Mewujudkan Optimalisasi Paskibra sebagai Organisasi Unggul dalam Pembangunan Karakter Generasi Muda”.

Semakin dekat pelaksanaan KSTOT Paskibra se-Kabupaten Garut, sekilas info tentang apa saja kegiatannya
1. Konsolidasi Antar Organisasi (PPI, PAGAR, Paskibra Kecamatan dan Paskibra Satuan Sekolah Menengah se-Kabupaten Garut.
2. Sosialisasi Pelaksanaan Seleksi Calon Anggota Paskibraka Kabupaten Garut tahun 2015.
3. Latihan Satuan Gabungan (Latsatgab) Paskibra Satuan Sekolah Menengah pada setiap Korwil.
4. Training of Trainer Pelatihan dan Pembinaan Calon dan Anggota Paskibra bagi Pelatih dan Pembina Paskibra Kecamatan dan Paskibra Satuan Sekolah Menengah.
Mari kita sukseskan KSTOT demi terwujudnya Paskibra yang Unggul.



Konsolidasi, Sosialisasi dan Training of Trainer Paskibra se-Kabupaten Garut KSTOT) yang merupakan upaya untuk membenahi Paskibra agar menjadi organisasi unggul ini menggunakan konsep roadshow. Tujuannya agar PPI hadir dan semakin dekat dengan anggota-anggota Paskibra se-Kabupaten Garut.

- 25 Januari 2015 (Balubur Limbangan)
- 1 Februari 2015 (Cikajang)
- 8 Februari 2015 (Pameungpeuk)
- 15 Februari 2015 (Garut Kota)
Mari seluruh anggota PPI sukseskan kegiatan ini. Ditunggu setiap hari supportnya untuk menyebarkan surat undangan, juga kehadirannya di Rapat Besar KSTOT Limbangan jumat, 23 Januari 2015.
Terima kasih...
CP: Ferdy (085794140241)

Berikut jadwal roadshow KSTOT:

Rabu, 24 Desember 2014

DIRGAHAYU PPI 25 TAHUN

DIRGAHAYU PPI 25 TAHUN

PASKIBRA SUPER CAMP 2014


Garut, 01 Januari 2014.
Setelah berhasil menyelenggarakan Jambore Paskibra se-kabupaten Garut pada tahun 2013-2014, pada tahun ini pengurus daerah PPI Kabupaten Garut bekerjasma dengan Paskibra Garut (PAGAR) kembali menyelenggarakan kegiatan Jambore paskibra yang kini diberi nama "Paskibra Super Camp" dengan peserta dari pelajar anggota Paskibra Sekolah yang ada di Kabupaten Garut. Kegiatan kemah ini dilaksanakan di Lapang tembak Batalyon Infantry 303 Cibuluh dari tanggal 30 Desember 2014 - 1 Januari 2015.

Peserta dibekali dengan berbagai macam pengetahuan dan pelatihan yang menunjang pada pembentukan karakter pemuda yang memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi, disiplin, cerdas, serta menjadi calon pemimpin yang tangguh di masa depan.Tidak hanya materi ruangan, peserta diberikan materi diluar ruangan dengan melakukan penjelajahan serta melewati halang rintang.

Materi :
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Garut
Badan Narkotika Nasional Kabupaten Garut
Kwarcab Kabupaten Garut
Polres Garut
Danyon Batalyon Infantry 303 Cibuluh
Purna Paskibraka Indonesia


Panitia dan BNN

Halang rintang 1

Halang Rintang 2




Rabu, 22 Oktober 2014

SUSUNAN KEPENGURUSAN PPI KABUPATEN GARUT



SUSUNAN KEPENGURUSAN PPI KABUPATEN GARUT


Majelis pertimbangan organisasi :
Eri Jamaludin, S.T.
Effin Muttaqin, S.Kel
Aam fathulloh, S.Si
Ninna
Surya Abidin, S.E.
Taufik Hidayat, S.E.

Ketua : Wildan Firmansyah, A.Md.Kom, S.E.
Sekretaris : Eva Susana S.E.
Wk.sekretaris : Risma Dwi Agustina, S.Pd
Bendahara : Hilma Nurulhaque, S.Pd
Wk.bendahara : Restya Rahayu, A.Md.Keb

Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Organisasi :
Teguh Muhammad Ramadhan, S.Pt
Nurrahayu agustina A.Md
Dian thontowi
Asty juniarty
Hilmi dzulfikri wijaya
Ayu afni dwisamudra

Bidang Bela Negara :
Cecep reza maulana yusup, S.T
laras sagista sari, S.E.
Chitra eldiani
Bripda. Relandi erlangga
Safrul fajar
Alvin irvansyah
Sena mardiansyah

Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat :
Yaya sukarya, S.Kom.I
Ridwan eka firdaus, S.T.
Aldi naufal
Ahmad syarif
Tri siti tarliah
Muhammad andrian abnamanu

Bidang Dana Usaha Organisasi :
Rifky hidayat, S.T
Muhammad abdul anfal fitriana
Zia hasan
Zakaria
Debby noor muzdalifa
Gea rahmalia putri
Yuliana

Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Organisasi :
Dian febriana, S.Pd
Ratu sevilla hizriyah
Citra wirasti
Rifa rofianti
St.hatia adzanya basuki
Irawan sidik

Bidang Komunikasi dan Informasi :
Nuriko budhi pangestu
Dea rahadian hidayati
Zulhamsyah waliyul fahmi
Tria devita sari
Tri wahyuni
Ari riadi
Diniar anggraeni

*susunan kepengurusan ini berdasarkan revisi di Rapat Kerja Organisasi tahun 2014 semester 1. Adapun perubahan posisi diinformasikan lebih lanjut.

Sabtu, 04 Oktober 2014

SAMBUTAN KETUA PPI KABUPATEN GARUT

Kata-kata sambutan


Assalamualaikum Warrohmatullohi Wabarrokatuh
Innalhamdanillah nahmaduhu wanasta'inu wanastaghfiru, wannaudzubillahi mingsururri angfusina wamingsyaiati a'malina mayyahdillah walamudilallah walayudkhil fala hadialah..
Salam sejahtera bagi kita semua, syaloom, omswastyastu..
Puja puji serta syukur seraya kita panjatkan ke khadirat Illahi Robbi yang telah memberikan segala bentuk nikmat serta karunianya kepada kita semua sehingga kita bisa berkumpul ditempat yang berbahagia ini. Sholawat serta salam semoga tetap terlimpahcurahkan kepada junjunan alam Habibbana Wannabiyana Muhammad SAW, kepada keluarganya kepada shohabatnya, kepada tabi'in wal tabi'atnya, dankepada kita semua selaku ummat yang tunduk kepada ajaran agamanya, semoga kita mendapatkan syafa'atul uzma nanti di yaumul zaza wal hisab, amin yaa robbal alamin.

Selamat datang di Blog resmi Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Garut, Blog ini diperuntukkan khususnya kepada para anggota PPI Kabupaten Garut, Umumnya untuk seluruh anggota Paskibra maupun Paskibraka di seluruh Indonesia.
Blog ini berisi tentang seluk beluk Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Garut, kegiatan-kegiatan, sudut pandang, materi-materi, karya-karya, lagu dan segala hal yang berkaitan dengan Paskibraka. Siapapun boleh mengunduh untuk kepentingan bersama.
Oleh karena itu, terimalah persembahan kami untuk kemajuan paskibra dan paskibraka di kabupaten Garut maupun di seluruh Indonesia.
Terimakasih,
Wassalamu'alaikum wr.wb.


SALAM PASKIBRAKA !!
Ketua PPI Kab. Garut
Ttd.




Wildan Firmansyah, A.Md.Kom, S.E.

Minggu, 21 September 2014

IKRAR PUTRA INDONESIA

Pengukuhan Paskibraka Tk.Kabupaten Garut tahun 2012

Berikut adalah teks Ikrar Putra Indonesia yang menjadi ucap janji ketika Capaska dikukuhkan menjadi seorang Paskibraka. 

IKRAR PUTRA INDONESIA 

Aku mengaku Putra Indonesia/ dan berdasar pengakuan itu :
  1. Aku mengaku/ bahwa aku adalah mahluk Tuhan Al – Khalik Yang Maha Esa/ dan bersumber padaNYa.
  2. Aku mengaku/ berbudi daya satu/ budi daya dan bahasa Indonesia.
  3. Aku mengaku/ bernegara satu/ Negara kesatuan republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.
  4. Aku mengaku/ bertumpah darah satu/ tanah air Indonesia.
  5. Aku mengaku/ bertujuan satu/ masyarakat adil dan makmur/ berdasarkan Pancasila sesuai dengan isi pembukaan Undang – Undang Dasar 1945.
  6. Aku mengaku/ bercara karya satu/ perjuangan besar dengan akhlak dan insane menurut ridho Tuhan Yang Maha Esa.
Berdasarkan pengakuan – pengakuan ini/ dan demi kehormatanku/ aku berjanji akan bersungguh – sungguh/ menjalankan kewajiban untuk mengamalkan semua pengakuan ini/ dalam karya hidupku sehari – hari. Semoga Tuhan Yang Maha Esa/ memberkati niatku/ dengan taufik dan hidayah/ serta inayahnya.

SEJARAH PASKIBRAKA

Pengibaran Pertama Bendera Pusaka
BENDERA PUSAKA
Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dikumandangkan pada hari Jumat, 17 Agustus 1945, jam 10.00 pagi, di Jln. Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta. Setelah pernyataan kemerdekaan Indonesia, untuk pertama kali secara resmi, bendera kebangsaan merah putih dikibarkan oleh dua orang muda-mudi yang dipimpin oleh Bapak Latief Hendraningrat. Bendera ini dijahit tangan oleh Ibu Fatmawati Soekarno. Bendera inilah yang kemudian disebut “Bendera Pusaka”. Bendera Pusaka berkibar siang dan malam di tengah hujan tembakan, sampai Ibukota Republik Indonesia dipindah ke Yogyakarta. Pada tanggal 4 Januari 1946, aksi teror yang dilakukan Belanda semakin meningkat maka Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia meninggalkan Jakarta menuju Yogyakarta dengan menggunakan kereta api. Bendera Pusaka dibawa ke Yogyakarta dan dimasukkan dalam kopor pribadi Presiden Soekarno. Selanjutnya, Ibukota Republik Indonesia dipindakan ke Yogyakarta.
Tanggal 19 Desember 1948, Belanda melancarkan, agresinya yang ke dua. Pada saat Istana Presiden, Gedung Agung Yogyakarta dikepung oleh Belanda, Bapak Husein Mutahar dipanggil oieh Presiden Soekarno dan ditugaskan untuk menyelamatkan Bendera Pusaka. Penyelamatan Bendera Pusaka ini merupakan salah satu bagian dari sejarah untuk menegakkan berkibarnya Sang Merah Putih di persada bumi Indonesia. Untuk menyelamatkan Bendera Pusaka itu. Agar dapat diselamatkan, Bapak Husein Mutahar terpaksa harus memisahkan antara bagian merah dan putihnya.
Pada saat penyelamatan Bendera Pusaka, terjadi percakapan antara Presiden Soekarno dan Bapak Husein Mutahar. Percakapan tersebut dapat dilihat dalam buku “Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat” karangan Cindy Adams. Berikut petikannya: `Tindakanku yang terakhir adalah memanggil Mutahar ke kamarku (Presiden Soekarno, pen.). “Apa yang terjadi terhadap diriku, aku sendiri tidak tahu”, kataku ringkas. “Dengan ini, aku memberikan tugas kepadamu pribadi.
Dengan ini, memberikan tugas kepadamu untuk menjaga Bendera kita dengan nyawamu, ini tidak boleh jatuh ke tangan musuh. Di satu waktu, jika Tuhan mengizinkannya engkau mengembalikannya kepadaku sendiri dan tidak kepada siapa pun kecuali kepada orang yang menggantikanku sekiranya umurku pendek. Andaikata engkau gugur dalam menyelamatkan Bendera Pusaka ini, percayakanlah tugasmu kepada orang lain dan dia harus menyerahkannya ke tanganku sendiri sebagaimana engkau mengerjakannya.” Mutahar terdiam. Ia memejamkan matanya dan berdoa. Di sekeliling kami, born berjatuhan. Tentara Belanda terus mengalir melalui setiap jalanan kota. Tanggung jawabnya sungguh be rat. Akhirnya, is memecahkan kesulitan ini dengan mencabut benang jahitan yang memisahkan kedua belahan bendera itu.
Akhirnya dengan bantuan Ibu Perna Dinata, benang jahitan di antara Bendera Pusaka yang telah dijahit tangan oleh Ibu Fatmawati berhasil dipisahkan. Setelah bendera menjadi dua, masing-masing bagiannya itu, merah dan putih, dimasukkan pada dasar dua tas milik Bapak Husein Mutahar, Selanjutnya pada kedua tas tersebut, dimasukkan seluruh pakaian dan kelengkapan miliknya. Bendera Pusaka dipisah menjadi dua karena Bapak Mutahar berpikir bahwa apabila Bendera Pusaka merah putih dipisahkan, tidak dapat disebut Bendera, karena hanya berupa dua carikkain merah dan putih. Hal ini untuk menghindari penyitaan dari pihak Belanda.
Setelah Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Muhammad Hatta ditangkap dan diasingkan, kemudian Bapak Husein Mutahar dan beberapa staf kepresidenan ditangkap dan diangkut dengan pesawat dakota. Ternyata, mereka dibawa ke Semarang dan ditahan di sana. Pada saat menjadi tahanan kota, Bapak Husein Mutahar berhasil melarikan diri dengan naik kapal laut menuju Jakarta.
Di Jakarta, beliau menginap di rumah Sutan Syahrir Selanjutnya, beliau kost di Jln. Pegangsaan Timur No. 43, di rumah Bapak R. Said Sukanto Tjokrodiatmodjo (Kapolri I). Selama di Jakarta, Bapak Husein Mutahar selalu mencari informasi bagaimana caranya agar dapat segera menyerahkan Bendera Pusaka kepada Presiden Soekarno.
Sekitar pertengahan bulan Juni 1948, pada pagi hari, Bapak Husein Mutahar menerima pemberitahuan dari Bapak Soedjono yang tinggal di Oranye Boulevard (sekarang J1n. Diponegoro) Jakarta. Isi pemberitahuan itu adalah bahwa ada surat pribadi dari Presiden Soekarno yang ditujukan kepada Bapak Husein Mutahar. Pada sore harinya, surat itu diambil oleh beliau dan ternyata memang benar berasal dari Presiden Soekarno pribadi yang pokok isinya adalah perintah Presiden Soekarno kepada Bapak Husein Mutahar supaya menyerahkan Bendera Pusaka yang dibawanya kepada Bapak Soedjono agar Bendera Pusaka tersebut dapat dibawa dan diserahkan kepada Presiden Soekarno di Bangka (Muntok).
Presiden Soekarno tidak memerintahkan Bapak Husen. Mutahar datang ke Bangka untuk menyerahkan sendiri Bendera Pusaka itu langsung kepada Presiden Soekarno tetapi menggunakan Bapak Soedjono sebagai perantara. Tujuannya adalah untuk menjaga kerahasiaan perjalanan Bendera Pusaka dari Jakarta ke Bangka. Alasannya, orang-orang Republik Indonesia dari Jakarta yang diperbolehkan mengunjungi tempat pengasingan Presiden Soekarno pada waktu itu hanyalah warga-warga Delegasi Republik Indonesia, antara lain, Bapak Soedjono, sedangkan Bapak Husein Mutahar bukan sebagai warga Delegasi Republik Indonesia.
Setelah mengetahui tanggal keberangkatan Bapak Soedjono, dengan meminjam mesin jahit milik seorang Isteri Dokter, Bendera Pusaka yang terpisah menjadi dua dijahit kembali oleh Bapak Husein Mutahar persis di lubang bekas jahitan aslinya. Akan tetapi, sekitar 2 cm dari ujung bendera ada sedikit kesalahan jahit. Selanjutnva, Bendera Pusaka ini dibungkus dengan kertas koran dan diserahkan kepada Bapak Soedjono untuk diserahkan kepada Presiden Soekarno. Hal ini sesuai dengan perjanjian Presiden Soekarno dengan Bapak Mutahar seperti dijelaskan di atas. Dengan diserahkannya Bendera Pusaka kepada orang yang diperintahkan Bung Karno, selesailah tugas penyelamatan Bendera Pusaka oleh Bapak Husein Mutahar. Setelah berhasil menyelamatkan Bendera Pusaka, beliau tidak lagi menangani masalah pengibaran Bendera Pusaka. Sebagai penghargaan atas jasa menyelamatkan Bendera Pusaka yang dilakukan oleh Bapak Husein Mutahar, Pemerintah Republik Indonesia telah menganugerah-kan Bintang Mahaputera pada tahun 1961 yang disematkan sendiri oleh Presiden Soekarno.

PENGIBARAN BENDERA MERAH PUTIH DI GEDUNG AGUNG YOGYAKARTA
Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-2 Kemerdekaan Republik Indonesia, Presiden Soekarno memanggil salah seorang ajudan beliau, yaitu Mayor (L) Husein Mutahar. Selanjutnya, Presiden Soekarno memberi tugas kepada Mayor (L) Husein Mutahar untuk mempersiapkan dan memimpin upacara peringatan Proldamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, tanggal 17 Agustus 1946, di halaman Istana Presiden Gedung Agung Yogyakarta.
Bapak Husein Mutahar berpikir bahwa untuk menumbuhkan rasa persatuan bangsa, pengibaran Bendera Pusaka sebaiknya dilakukan oleh para pemuda se-Indonesia. Kemudian, beliau menunjuk 5 orang pemuda yang terdiri atas 3 orang putri dan 2 orang putra perwakilan daerah yang berada di Yogyakarta untuk melaksanakan tugas. Lima orang tersebut merupakan simbol dari Pancasila. Salah seorang dari pengibar bendera tersebut adalah Titik Dewi pelajar SMA yang berasal dari Sumatera Barat dan tinggal di Yogyakarta.
Pengibaran Bendera Pusaka ini kemudian dilaksanakan lagi pada peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, tanggal 17 Agustus 1947 dan tangga 17 Agustus 1948 dengan petugas pengibar bendera tetap orang dari perwakilan daerah lain yang ada di Yogyakarta.
Pada tanggal 6 Juli 1949, Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta beserta beberapa pemimpin Republik Indonesia lainnya, tiba kembali di Yogyakarta dari Bangka dengan membawa serta Bendera Pusaka. Pada tanggal 17 Agustus 1949, Bendera Pusaka kembali dikibarkan pada upacara peringatan detik-detik Proldamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di depan Istana Presiden Gedung Agung Yogyakarta. Tanggal 27 Desember 1949, dilakukan penandatanganan. naskah pengakuan kedaulatan di negeri Belanda dan penyerahan kekuasaan di Jakarta. Sementara itu Di Yogyakarta, dilakukan penyerahan kedaulatan dari Republik Indonesia kepada Republik Indonesia Serikat. Tanggal 28 Desember 1949, Presiden Soekarno kembali ke Jakarta untuk memangku jabatan sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat.
Setelah empat tahun ditinggalkan, Jakarta kembali menjadi Ibukota Republik Indonesia. Pada hari itu, Bendera Pusaka Sang Merah Putih dibawa ke Jakarta. Untuk pertama kali, peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, tanggal 17 Agustus 1950, diselenggarakan di Istana Merdeka Jakarta. Bendera Pusaka Sang Merah Putih berkibar dengan megahnya di tiang 17 m dan disambut dengan penuh kegembiraan oleh seluruh bangsa Indonesia. Regu-regupengibar dari tahun 1950-1966 dibentuk dan diatur oleh Rumah Tangga Kepresidenan.

BERDIRINYA DIREKTORAT JENDERAL URUSAN PEMUDA DAN PRAMUKA (DITJEN UDAKA) DAN LATIHAN PANDU INDONESIA BERPANCASILA
Pada saat memperingati ulang tahun ke-49, tanggal 5 Agustus 1966, Bapak Husein Mutahar menerima “kado” dari pemerintah: beliau diangkat menjadi Direktur Jenderal Urusan Pemuda dan Pramuka, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Setelah berpindah-pindah tempat/kantor kerja dari Stadion Utama Senayan (Gelora Bung Karno) ke bekas Gedung Dep. PTIP di Jalan Pegangsaan Barat. Ditjen UDAKA akhirnya menempati gedung bekas NAKERTRANS Jalan Merdeka Timur No.14. Suatu kegiatan yang diadakan Ditjen UDAKA ada kaitannya dengan Paskibraka kelak adalah Latihan Pandu Indonesia ber-Pancasila. Latihan ini sempat diujicobakan 2 kali pada tahun 1966 dan tahun 1967, kemudian dimasukkan kurikulum ujicoba Pasukan Pengerek Bendera Pusaka tahun 1967 yang anggotanya terdiri atas para Pramuka Penegak dan Gugus depan-Gugus depan di DKI Jakarta.
PERCOBAAN PEMBENTUKAN PASUKAN PENGEREK BENDERA PUSAKA TAHUN 1967 DAN PASUKAN PERTAMA TAHUN 1968
Tahun 1967, Bapak Husein Mutahar dipanggil oleh Presiden Soeharto untuk menangani lagi masalah pengibaran Bendera Pusaka. Dengan ide dasar dan pelaksanaan tahun 1946 di Yogyakarta, beliau kemudian mengembangkan lagi formasi pengibaran menjadi 3 kelompok, yaitu :
  1. Kelompok 17- PENGIRING/PEMANDU
  2. Kelompok 8 – PEMBAWA/INT1
  3. Kelompok 45- PENGAWAL
Ini merupakan simbol/gambaran dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia: 17 Agustus 1945 (17-8-45). Pada waktu itu, dengan situasi dan kondisi yang ada, beliau melibatkan putra daerah yang ada di Jakarta dan menjadi anggota Pandu/ Pramuka untuk melaksanakan tugas pengibaran Bendera Pusaka. Semula, rencana beliau untukkelompokpengawal 45 akan terdiri dari para mahasiswa AKABRI (generasi muda ABRI •sekarang TNI), tetapi libur perkuliahan dan transportasi Magelang – Jakarta menjadi kendala, sehingga sulit dilaksanakan. Usul lain untuk menggunakan anggota Pasukan Khusus ABRI (seperti RPKAD, PGT, MARINIR. dan BRIMOB) juga tidak mudah. Akhirnya, kelompok pengawal 45 diambil dari Pasukan Pengawal Presiden (PASWALPRES) yang mudah dihubungi dan sekaligus mereka bertugas di istana, Jakarta.
Pada tanggal 17 Agustus 1968, petugas pengibar Bendera Pusaka adalah para pemuda utusan propinsi. Akan tetapi, propinsi – propinsi belum seluruhnya mengirimkan utusan, sehingga masih harus ditambah oleh mantan anggota pasukan tahun 1967. Tahun 1969 karena Bendera Pusaka kondisinya sudah terlalu tua sehingga tidak mungkin lagi untuk dikibarkan, dibuatlah duplikat Bendera Pusaka. Untuk dikibarkan di tiang 17 m Istana Merdeka, telah tersedia bendera merah putih dan bahan bendera (wol) yang dijahit 3 potong memanjang kain merah dan 3 potong memanjang kain putih kekuning-kuningan.
Bendera Merah Putih Duplikat Bendera Pusaka yang akan dibagikan ke daerah terbuat dari sutra alam dan alat tenun asli Indonesia, yang warna merah dan putih langsung ditenun menjadi satu tanpa dihubungkan dengan jahitan dan warna merahnya cat celup asli Indonesia. Pembuatan Duplikat Bendera Pusaka ini dilaksanakan oleh Balai Penelitian Tekstil Bandung dibantu PT Ratna di Ciawi Bogor. Dalam praktik pembuatan Duplikat Bendera Pusaka, sukar untuk memenuhi syarat yang ditentukan Bapak Husein Mutahar karena cat asli Indonesia tidak memiliki warna merah bendera yang standar dan pembuatan dengan alat tenun bukan mesin memerlukan waktu yang lama.
Tanggal 5 Agustus 1969, di Istana Negara Jakarta, berlangsung upacara penyerahan Duplikat Bendera Pusaka Merah Putih dan Reproduksi Naskah Proklamasi oleh Presidcn Soeharto kepada Gubernur seluruh Indonesia. Hal ini dimaksudkan agar di seluruh Ibukota Propinsi dapat dikibarkan Duplikat Bendera Pusaka dan diadakan pembacaan naskah Proklamasi bersamaan dengan upacara peringatan Hari Proklamasi 17 Agustus di Istana Merdeka Jakarta. Selanjutnya, Duplikat Bendera Pusaka dan Reproduksi Naskah Proklamasi juga diserahkan kepada Kabupaten-Kota dan perwakilan-perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.
Bendera duplikat (yang dibuat dari 6 carik kain) mulai dikibarkan menggantikan Bendera Pusaka pada peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik indonesia, tanggal 17 Agustus 1969, sedangkan Bendera Pusaka terlipat dalam kotak bertugas mengantar dan menjemput Bendera Duplikat yang dikibarkan/diturunkan.
Pada tahun 1967 s.d. tahun 1972, anggota Pasukan Pengibar Bendera adalah para remaja SMA setanah air Indonesia, yang merupakan utusan dari 26 propinsi di Indonesia. Setiap propinsi, diwakili oleh sepasang remaja yang, dinamakan Pasukan Pengerek Bendera Pusaka. Pada tahun 1973, Bapak Idik Sulaeman melontarkan suatu nama untuk anggota pengibar Bendera Pusaka dengan sebutan Paskibraka. Pas berasal dari Pasukan, dan kib; berasal dari pengibar, ra berasal dari bendera dan ka dari pusaka. Mulai saat itu, singkatan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka adalah Paskibraka.
(dikutip dari Buku Pedoman Penyelenggaraan Kegiatan Paskibraka 2010 oleh Kemenpora RI : http://paskibraka-jp.or.id)